Wilujen Tepang, Selamat Datang, Welcome Aboard,,,,


Kami Ucapkan Selamat datang bagi anda yang telah berkunjung ke blog kami,,,yang dalam proses selanjutnya akan menjadi support web resmi kami yang sedang dipersiapkan.

Sebagai prolog dari blog resmi kami ini, izinkan kami memperkenalkan diri, kami adalah bagian dari Bogornesia Group, sebuah kumpulan beberapa orang yang ingin membentuk sebuah komunitas yang bisa memberikan informasi tentang Bogor untuk warga Bogor dan warga JaBoDeTaBek yang ingin datang ke bogor, dan membantu membangun UKM yang mandiri untuk para pelaku usaha di Bogor, UKM adalah tulang punggung yang belum diperlakukan sebagai tulang punggung oleh pihak yang berkepentingan, atas dasar itu maka kami berkeinginan untuk membuat UKM Bogor lebih mandiri. 

Silahkan bergabung bersama kami sebagai bagian dari Bogornesia Community, akan kami share juga untuk membentuk komunitas untuk berbagi Info dan Bisnis yang sehat. Ikuti kami juga di Social Media pada akun twitter dan fanpage facebook kami utk berinteraksi bersama,,,,

Selamat datang dan selamat bergabung, bersama kita membangun Bogor menjadi kota yang Lebih !!
Showing posts with label #afta2015. Show all posts
Showing posts with label #afta2015. Show all posts

9/18/2014

Sinergi Kampus dan UKM

Di Indonesia saat ini terdapat 56.539.558 pelaku UKM di Indonesia yang terdiri dari UKM Mikro, UKM Kecil, UKM Menengah dan UKM Besar, secara detail dapat dibagi menjadi  UKM Mikro jumlahnya 55.856.175 (99.8%) menyerap tenaga kerja sebesar 99.859.517 orang atau rata2 1.7 orang/UKM, UKM Kecil jumlahnya 629.418 (1.1%) menyerap tenaga kerja sebesar 4.535.970 atau rata2 7.2 orang per UKM, UKM Menengah jumlahnya 48.997 (0.1%) menyerap tenaga kerja sebesar 3.262.023 atau rata2 66.5 orang per UKU, UKM Besar jumlahnya 4.968 (0.01%) menyerap tenaga kerja sebesar 3.150.645 atau rata-rata 634.1 orang per UKM. Tidak semua UKM Menengah & Besar 'sudah siap' bersaing dgn brand/produk luar. Hanya mrk yg konsisten membangun Brand. Potensi indonesia dari sisi penduduk luar biasa. Jumlah penduduknya yang besar, pertumbuhan ekonomi yang baik, situasi keamanan menjadi modal, karena itu Kita harus bisa membuat ukm lokal agar menjadi raja lokal tiap daerah. Secara lokal kita perkuat ukm menjadi raja lokal untuk mempersiapkan diri ditahun 2015 yang akan diberlakukan #afta2015, afta adalah pembentukan kawasan asean menjadi kawasan bebas bea masuk produk. Hal ini membuat kawasan asean menjadi kawasan berikat tanpa bea, MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Penguatan UKM tidak hanya dari sisi manajemen dan ketahanan daya saingnya, tapi juga mengenai produk dan pengembangannya. Disini kita harus bersinergi dng kampus yg ada. Kampus adalah tempat untuk berkembangnya teknologi. Selama ini banyak teknologi yang hanya terbatas dijurnal ilmiah saja, tanpa ada kelanjutannya atau pengembangannya. Padahal salah satu fungsi dari teknologi adalah memberi tambahan peningkatan peradaban bagi masyarakat. Jika teknologi bisa diaplikasikan tak hanya sampai skala laboratorium tapindikembangkan hingga tercapai skala dan nilai ekonominya, maka akan sangat berguna bagi masyarakat yang terus berkembang seperti kita, tdk berhenti di tingkat ilmiah tapi juga skala ekonomisnya. Jika skala ekonomis bisa dicapai akan sangat membantu #sinergikampusdanukm. Hubungan antara mutualisme antara pemilik teknologi dlm hal ini kampus dan ukm sebagai katalisatornya dapat bersinergi secara utuh. Maka saatnya kita mendorong kampus utk mengembang teknologi ekonomis dan bersinergi dengan ukm#sinergikampusdanukm. Sinergi ini akan menguntungkan banyak pihak. 

1. Pihak pengembang teknologi / kampus, secara teknologi yg termanfaatkan akan membawa nilai identitas dan idealismenya.
2. Penyebar/katalisatornya, dalam hal ini UKM, akan membawa nilai ekonomis yang bisa mendatangkan keuntungan dan memperkuat perekonomian wilayah menjadi lebih baik.
3. Masyarakat umum yang dapat menikmati teknologi hingga dapat lebih meningkatkan kebaikan hidup, baik dari sisi pangan, sandang, papan, baik produk maupun jasa.

Tapi kita harus memulainya....sekarang atau sangat terlambat.

Sinergi kampus dan ukm ini memang bukan juga hal yg mudah, ada beberapa titik kritis yang saya lihat.
1. Pihak penemu, pengembang dan lembaganya / kampus membutuhkan dana utk melakukannya, proses penemuan dalam skala laboratorium, kemudian mengembangkannya hingga mencapai skala ekonomis membutuhkan biaya.
2. Ukm yang bersinergi harus memiliki kemampuan utk membuat dan membantu pihak penemu dan pengembang agar mengetahui skala ekonomis dan situasi pasar yang ada.
3. Butuh lembaga yang menjembatani itu, agar masing-masing pihak bisa menjalankan fungsinya dengan baik hingga target atas fungsi keduanya bisa selalu berjalan baik.

Dari 3 hal yang menjadi kendala tadi bisa disimpulkan bahwa kendala meliputi budgeting, kapasitas, kemampuan dan organisasi. Saya coba tawarkan kemungkinan penyelesaian atas problem tadi.
1. Budgeting, dana yang akan digunakan, yang memungkinkan adalah mengajak BUMN yang berkepentingan utk bisa bekerja sama lewat program CSR (Corporate Social Responsibility). Dalam hal ini yang berkepentingan atas alur ini adalah perbankan Mandiri, BNI, BRI adalah corporate yg tepat. Budgeting itu bisa dialokasikan utk biaya penemuan, pengembangan serta penyiapan UKM dan proyeksi marketingnya.

2. Kapasitas, ini meliputi :
A. kesiapan UKM untuk melakukan proses distribusi dengan tingkat keekonomian yang wajar, karena target berikutnya adalah produk yg dihasilkan bisa dinikmati hingga kalangan bawah.
B. Kapasitas penemu dan pengembangan, diharapkan bisa ditingkatkan,hingga menghasilkan teknologi atas barang dan jasa yg baik serta berkembang.

3. Organisasi, disini saya melihat bahwa KOPERASI adalah organisasi yang pas, jika dikelola secara profesional oleh para profesional dalam bidangnya maka KOPERASI adalah organisasi badan usaha yang cocok.

9/11/2014

Kita mengahadapi #AFTA2015, apa itu ?

Menghadapi #AFTA2015 yg akan diberlakukan tahun 2015, para pekerja industri pariwisata harus meningkatkan standar dan kompetensi. Ada 32 bidang profesi di sektor tersebut diantaranya pemandu wisata, pelaku usaha hotel serta restoran, mulai akhir tahun 2015, mereka dituntut mampu bersaing dgn pekerja dari negara Asean lainnya yg akan bebas masuk ke Indonesia, kita harus meningkatkan kemampuan pekerja hospitality industri melalui pelatihan bersertifikasi & jelas standar kompetensinya, ke 32 bidang usaha pariwisata itu meliputi puluhan ribu pekerja dari semua bidang profesi, diharapkan pihak swasta dpt menginisiasi langkah tsb, krn tak bisa berharap dari pemerintah disebabkan keterbatasan tenaga & anggaran.

Pergeseran sistem ekonomi international ke arah pasar bebas telah menimbulkan dampak yg besar bg perkembangan-dinamika perdagangan. Akibatnya negara-negara dituntut untuk dapat mengintegrasikan ekonomi nasionalnya menuju sistem pedagangan bebas AFTA2015, nanti akan terjadi lalu-lintas perdagangan bebas, khususnya kawasan kelompok negara-negara dalam ASEAN menjadi tanpa kendala, banyak pengamat berargumentasi bhw ketidaksiapan Indonesia menghadapi #AFTA2015 akan berdampak negatif cukup besar bagi perekonomian. Lalu-lintas bebas produk negara2 ASEAN yg lebih berkualitas akan menggerus daya saing produk yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia, Th 2013 Komite Ekonomi Nasional (KEN) merilis peringkat daya saing produk Indonesia yg mengalami penurunan dari tahun ke tahun, Peringkat daya saing produk Indonesia ada di peringkat ke-50 thn 2012, peringkat ke-48 thn 2011 dan peringkat ke-46 thn 2010 , dibanding Malaysia dgn peringkat ke-25 dan Thailand dgn peringkat ke-38 thn 2012, peringkat daya saing kita jauh di bawahnya.

Berdasarkan data (BPS-2014) sektor perdagangan Indonesia terhadap negara ASEAN telah mengalami defisit perdagangan US$ 5,6 milliar, neraca perdagangan migas defisit sebesar US$ 11,837 milliar dan neraca perdagangan nonmigas surplus sebesar US$ 3,367 miliar. Sadarkah kita semua bhw AFTA & WTO adlh grand strategi tinggi para kapitalis dunia utk menghilangkan kedaulatan sebuah Negara?

Kita tahu Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN yg mencapai hampir 250 juta jiwa, tentu kita bakal jadi pasar paling “empuk” bagi negara2 ASEAN utk produksi mereka, Karena jumlah penduduk negara2 itu tidak banyak, cilakanya rakyat kita lebih bangga pake produk impor yg faktanya harganya lebih murah. Kualitas produksi lokal kita pun masih lemah, contohnya barang2 fashion dr Thailand, misalnya celana wanita yang dijual di mall kita, dibeli di Thailand hanya 50ribu-150ribu, kemudian celana tsb dijual di butik2 Indonesia dgn harga Rp 300ribu-an. Itu sebabnya butik2 fashion menjamur dgn cepat di Indonesia, keadaan ini diperparah oleh dukungan tiket murah maskapai penerbangan mrk yg menawarkan tiket seharga celana itu sendiri, Sudahlah harga disana murah dan masuk Indonesia bebas bea (Faktor AFTA), maka industri Garmen kita akan hancur lebur, dgn penduduk yg besarnya separuh penduduk dunia, ditambah bahan baku & SDA yg besar, Asia memiliki Geo-Politik luar biasa kuat, sementara upah dan biaya hidup diThailand rendah, industri Garmen kita selalu dirongrong buruh yg rajin menuntut kenaikan upah, hal ini bisa membuat produsen menutup pabriknya, beralih jadi importir & distributor. Bebas dari rongrongan buruh setiap tahun, PHK banyak terjadi, daya beli masyarakat menurun dan ekonomi semakin memburuk. Pengangguran berdampak pada tingkat kejahatan, Nah, industri apa sih dari Indonesia yg unggul dari negara lain dan menguasai dunia?

Terbius teori bhw AFTA meningkatkan daya saing ASEAN lawan produk China, ujung2nya justru melemahkan daya saing produk Indonesia, Nah, apa yg harus kita lakukan ? Sebenarnya peran pemerintah sangat dibutuhkan. Tapi pemerintah sedang sibuk menyusun kabinet, Jendral manapun tidak akan perang dgn cara yg menjadi kekuatan lawan. Kita harus melawan dgn keunggulan yg kita punya, Disamping Sumber Daya Alam yg tak ternilai, kita punya alam yg luar biasa indah. Menurut sy pariwisata bisa kita jadikan lokomotif. Lokomotif yg akan menghela gerbong2 wisata lain spt convention, kuliner, budaya, hotel, airlines, soveniers, yg pelakunya UKM. UKM bukan Usaha Kecil Menengah, melainkan Usaha Kreatif Mandiri akan menjadi daya saing baru dalam dalam pasar bebas. Mengapa Pariwisata? Krn keindahan alam kita tidak ada di negara lain. Unik. Autentik. Eksklusif. Juga produk turunannya, dalam waktu sesingkat2nya kita harus mampu melakukan BRANDING pariwisata Indonesia Unik, adalah syarat paling penting utk itu, gak usah berharap dr pemerintah. Bareng2 bisa menciptakan viral ttg Pariwisata Indonesia. Tinggal kita sepakati thema yg satu, Sy mengundang ahli2 SEO di Indonesia utk bergabung menciptakan viral Pariwisata Indonesia. Sy yakin kita bisa lakukan dg masif, pariwisata itu 3A 1.Atraksi (Alam,budaya,buatan) 2.Aksesibilitas 3.Amenitas(akomodasi+Usaha Kreatif).

Tantangan meningkatkan kinerja/produktifitas buruh Indonesia menghadapi AFTA2015, jika tdk Indonesia kebaniiran tenaga asing yg produktif, dihitung dalam skala produktifitas tenaga Indonesia kalah jauh dibanding China yaitu rata-rata hampir 1:3, artinya 1 buruh China mampu melakukan pekerjaan yg sama, waktu yg sama, hasil yg sama dilakukan oleh 3 buruh Indonesia, Padahal tingkat upah buruh China dan buruh Indonesia tidak jauh berbeda, Neneng Goenadi, Country Managing Direktor Accenture Indonesia menyampaikan ada                         7 kompetensi pekerja professional, 1. menguasai lebih dr satu bahasa. Investor2 asing akan masuk dan akan banyak permintaan tenaga kerja yg berkemampuan bhs Inggris, 2. Tidak gagap teknologi. Di era informatika ini anda dituntut bekerja menggunakan aplikasi teknologi terkini dr perusahaan besar, 3. Tingkatkan kualitas. Buktikan kemampuan dlm bidang Anda. Kerjakan tugas & tanggung jawab scr professional menjadi nilai lebih, 4. Mampu bekerja mandiri&produktif. Tuntutan bekerja tanpa kantor/dari rumah butuh kemandirian & kesadaran produktivitas maksimal, 5. Berpikir positif & percaya diri. Dgn percaya diri dan berpikir positif akan sukses lbh cepat dr pribadi yg menunggu kesempatan, Proaktif. 6. Bertindak sbg aktor akan lebih baik drpd hanya sebagai penonton. Hal ini juga menjadi tuntutan sebuah pekerjaan, 7. Memiliki jaringan luas. Dgn media sosial, facebok, twitter hingga Linkedin, anda terhubung dgn profesinal diberbagai bidang, Dgn terbukanya arus barang & jasa, utamanya pergerakan tenaga kerja, maka SDA Indonesia akan dikerubungi SDM Indonesia & asing #AFTA2015

Dirangkum dari twit pak subiakto tentang #AFTA2015